Pernikahan: Bukan Membangun Satu Menara, tapi Mengangkasa Bersama

Dewi Nur Aisyah

 “The believers who show the most perfect faith are those whose character is excellent and the best of you are those who are the best to his wife” (Tirmidhi)

Kalau dari kemarin saya bahas tentang muslimah terus, mungkin kali ini saatnya bahas tentang ikhwan *hayo loh 😀 Enggak koq, semoga coret-coretan saya kali ini bisa memberi manfaat baik untuk muslim ataupun muslimah. Enaknya bahas mulai darimana ya? Saya mulai dari pertanyaan seorang adik laki-laki yang menyampaikan keresahannya, “Mba, saya belum mapan, lebih baik saya menikah sekarang atau nanti?” Saya berpikir keras untuk menjawab ini. Lagi-lagi saya tidak ingin menggurui, namun hanya berbagi kisah kami, prinsip yang kami yakini.

Saya awali tulisan kali ini dengan berbagi kisah pengalaman saat dulu saya menikah. Tahun 2011 lalu, tidak pernah terpikir bagi saya untuk menikah secepat itu. Ada seorang laki-laki yang tidak saya kenal dengan baik sebenarnya, tiba-tiba datang melamar saya.

View original post 1,707 more words

Advertisements

~ by davinaazalia on August 4, 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: