Kecewa

Malam ini terasa aneh. Saya menangis sewaktu melihat sebuah boneka ulat yang tersenyum manis di kasur saya. Bukan menangis cengeng merengek atau semacamnya. Hanya secara tiba-tiba air mata menetes diiringi sedikit perasaan perih tapi tidak sakit. Haha.. Mungkin aku sedang ber-drama queen.. Tapi mungkin menyimpan sebuah makna. Bahwa terkadang yang kita inginkan dan butuhkan hanya sebuah senyuman. Sebuah senyum tulus dari siapa pun yg memperhatikan dan menyayangi kita. Right?
Tapi ternyata diam-diam saya mengubah keinginan dan kebutuhan tersebut menjadi sebuah harapan.. Padahal harapan itu jika tidak dikelola dan diupayakan dengan baik akan berujung duka dan nestapa yg ditimbulkan oleh rasa kecewa. (Aiiih dramatis banget bahasaku malam ini.. :p )

“Oh begini rasanya kecewa..” Kata-kata itulah yg kerap muncul sewaktu diriku merasa kecewa. Hehe.. Lantas jika sudah tahu harus apa? Itu yg sedang saya pelajari.. Bahwa kekecewaan akan terus melekat dan membuahkan keluhan dan perasaan merana, jika dan hanya jika dibiarkan terus hidup di dalam hati manusia. Thanks to Allah yg selalu punya cara-cara ajaib melenyapkan rasa kecewa dalam hati. 🙂

Kecewa itu perlu.. Karena darinya kita belajar banyak hal. Bahwa kekecewaan mungkin muncul dari 2 hal:
1. Tingginya sebuah harapan. Harapan yg terlampau tinggi akan berujung kepada kekecewaan saat kenyataan yg terjadi tidak seperti yg diharapkan tersebut.
2. Belum layaknya diri ini mendapat apa yg diharapkan.

Dari situ, mari melongok sejenak seberapa tinggi dan besar harapan yg kita pasang. Lalu seberapa pantas kita memperoleh itu semua..? Sebaiknya kita tidak mengharapkan sesuatu yg kita tidak layak utk mendapatkannya.. Tapi layakkan diri dan tetap memiliki harapan.

Yaa meski sebenarnya ada 1 kalimat yg sering digunakan orang untuk menghibur diri di kala kekecewaan melanda: “mungkin kamu akan mendapat yg lebih baik jadi terus sabar, berjuang, dan yakin.”
Itu kadang terasa agak maksa, tapi benar juga isinya. Namun penggunaannya sangat kontekstual. Saya pribadi lebih suka 2 poin di atas.

Jadi, mulai sekarang mari belajar dan berusaha menjadi realistis nan bijaksana. Jangan pasang harapan terlalu tinggi apabila kita tidak layak untuk memperolehnya. Expect less, do more! Ehmm maksudnya layakkan diri dg tetap memasang sedikit harapan. Tapii jangan kurangkan rasa percaya kepada Allah. Karena Allah Maha Tahu, Maha Kuasa, dan Maha Bijaksana. Right? Bukan berharap dan percaya mutlak pada diri sendiri maupun orang lain. Toh kita itu cuma manusia yg punya keterbatasan, salah, dan lupa.
Dan… Teruslah berbuat kebaikan & berada pada jalan yg benar! ╭( ‘Ė€âŒĢ’Ė )āļ‡ËĖ–Ė

Wallahu’alam bis showab..

Yogya, 23 Mei 2013
1.00 am

Advertisements

~ by davinaazalia on May 23, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: