Buku dan Dunia

ini adalah opini yang saya tulis untuk majalah TETRA (terbitan Balai Bahasa Yogyakarta) edisi tahun 2007..
baru saja lulus SMA bahasa saya bisa begini yak. hmh.. semacam menjadi refleksi & intorspeksi kemampuan diri dalam bidang menulis..

Buku dan Dunia

Oleh : Davina Azalia Khan

 

“Buku merupakan media global yang tidak akan pernah tergantikan sebab buku dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat dunia.”
 

“ Menyemarakkan World Book Day (sebuah perayaan mengenai buku dan literasi) berarti menyeimbangkan langkah kita dalam aktivitas global sebagai masyarakat Indonesia sekaligus masyarakat dunia..”

Di era global seperti sekarang ini jauhnya jarak, perbedaan budaya dan bahasa sepertinya bukan menjadi sebuah penghalang bagi masyarakat satu dengan yang lain di dunia ini untuk berkomunikasi. Hal ini menimbulkan suatu kebudayaan ‘haus informasi’ bagi kebanyakan masyarakat dunia. Itulah sebabnya sering dikatakan buku adalah jendela dunia.

Buku akan tetap abadi dan tak akan tergantikan. Sebab, buku adalah satu-satunya media yang mudah dan murah sehingga dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Bandingkan saja dengan media populer lain saat ini. Sebut saja keping CD. Dari segi kepraktisan CD patut diacungi jempol, tetapi untuk membelinya seseorang harus merogoh kocek yang lebih dalam. Terlebih lagi CD juga membutuhkan piranti lain yakni komputer atau CD Player.

Andai tidak ada buku, seseorang tidak dapat menikmati hasil karya masterpiece dari tokoh yang terkenal. Semisal saja Harry Potter, hasil karya novelis terkenal J.K Rowling. Meskipun terdapat film dari serial Harry Potter tersebut, tetap saja hal itu merupakan sebuah penghalang bagi seseorang untuk menikmatinya. Ia harus pergi ke bioskop untuk menyaksikannya.

Sama halnya dengan beragam literasi lain yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan. Buku membawa peranan yang penting. Sebab bagaimanapun, jumlah penyajian informasi dari sebuah buku boleh jadi lebih banyak daripada media lain.

Buku juga dipercaya dapat merangsang kecerdasan seseorang. Sebab ketekunan, kesabaran, dan daya imajinasi dapat berkembang ketika melakukan proses membaca buku sehingga rasa keingintahuan seseorang yang besar juga dapat berkembang dengan baik. Itulah sebabnya, buku dan membaca merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ibaratnya buku adalah “makanan pokok” dan membaca merupakan “sendok”nya.

Menurut sejarah, kesadaran orang mengenai pentingnya buku dan literasi telah dimulai sejak dulu. Terdapat sebuah perayaan berkaitan dengan buku dan literasi yang telah dilaksanakan tiap tahun di seluruh dunia, yang biasa disebut dengan World Book Day. Pada awalnya ini adalah bagian dari perayaan Hari Saint George di wilayah Katalonia sejak abad pertengahan dimana para pria memberikan mawar kepada kekasihnya. Namun sejak tahun 1923 para pedagang buku memengaruhi tradisi ini untuk menghormati Miguel de Cervantes, seorang pengarang yang meninggal dunia pada 23 April. Sehingga sejak tahun 1925 para wanita memberikan sebuah buku sebagai pengganti mawar yang diterimanya. Tercatat lebih dari 400.000 buku terjual untuk menukar 4 juta mawar.

Berbekal kemeriahan festival Katalonia tersebut, UNESCO akhirnya menetapkan tanggal 23 April sebagai World Book Day (WBD). Ini ditetapkan pada tahun 1995 saat Konferensi Umum UNESCO di Paris. Selain itu, tanggal 23 April bertepatan dengan meninggalnya Shakespeare, Cervantes, Inca Garcilaso de la Vega dan Josep Pla, sedangkan Maurice Druon, Vladimir Nabokov, Manuel Mejía Vallejo and Halldór Laxness dilahirkan. Walaupun pada kematian Shakespeare dan Cervantes terdapat sedikit perbedaan karena masing-masing meninggal dihitung dengan sistem kalender yang berbeda, dimana pada masa itu Inggris masih mempergunakan sistem Kalender Julian sedangkan Katalonia mempergunakan sistem Kalender Gregorian.

Perayaan WBD ini merupakan bentuk penghargaan dan kemitraan antara pengarang, penerbit, distributor, organisasi perbukuan serta komunitas-komunitas yang semuanya bekerja sama mempromosikan buku dan literasi sebagai bentuk pengayaan diri dan meningkatkan nilai-nilai sosial budaya kemanusiaan.

Secara umum, tujuan diselenggarakannya World Book Day sebagai sebuah world event adalah untuk menyemangati masyarakat, terutama kalangan anak-anak untuk mengeksplorasi manfaat dan kesenangan yang bisa didapat dari buku dan membaca. Sebenarnya di Indonesia sudah ada beberapa acara yang mengangkat dunia literasi, sebut saja ‘Hari Buku Nasional’, ‘Hari Kunjungan Perpustakaan’ sampai berbagai pameran dan bazaar buku (book fair) di tingkat lokal maupun nasional.

Indonesia pertama kali melaksanakan World Book Day di tahun 2006 dengan prakarsa Forum Indonesia Membaca yang didukung oleh berbagai pihak, baik itu pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas dan masyarakat umum. Forum Indonesia Membaca (FIM), sebuah organisasi sosial kemasyarakatan yang berkonsentrasi di aktivitas literasi, berupaya membuka ruang partisipasi seluas-luasnya kepada masyarakat dalam penguatan budaya baca. Acara tersebut diselenggarakan di Plasa Depdiknas dan Perpustakaan Diknas, Senayan, Jakarta.  Kemudian karena banyaknya permintaan dari komunitas literasi, lembaga, penerbit buku dan masyarakat umum maka di tahun 2007, Forum Indonesia Membaca, dengan mengambil tema “Buku untuk Perubahan”, berusaha merealisasikan kembali pelaksanaan WBD di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya Indonesia memiliki sedikit semangat mencintai (yang mulai tumbuh) terhadap dunia buku dan literasi.

Seberapa jauh kecintaan terhadap buku dan membaca bergantung pada paradigma masyarakat mengenai pentingnya kedua hal ini. WBD merupakan salah satu wujud masyarakat dunia mengenai hal ini. Menyemarakkan hal ini, berarti ikut menyeimbangkan langkah kita dalam aktivitas global sebagai masyarakat Indonesia sekaligus masyarakat dunia.

Kehidupan selalu menyajikan pilihan. Jika kita sebagai bagian dari sebuah masyarakat yang memilih buku sebagai “makanan pokok”, maka kita akan merasa kekurangan gizi jika kebutuhan kita tidak terpenuhi. Dan sebaliknya. Nah, sekarang pilih manakah yang akan dijadikan pilihan hidup.

Advertisements

~ by davinaazalia on November 1, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: