Pernikahan: Bukan Membangun Satu Menara, tapi Mengangkasa Bersama

•August 4, 2016 • Leave a Comment

Dewi Nur Aisyah

 “The believers who show the most perfect faith are those whose character is excellent and the best of you are those who are the best to his wife” (Tirmidhi)

Kalau dari kemarin saya bahas tentang muslimah terus, mungkin kali ini saatnya bahas tentang ikhwan *hayo loh 😀 Enggak koq, semoga coret-coretan saya kali ini bisa memberi manfaat baik untuk muslim ataupun muslimah. Enaknya bahas mulai darimana ya? Saya mulai dari pertanyaan seorang adik laki-laki yang menyampaikan keresahannya, “Mba, saya belum mapan, lebih baik saya menikah sekarang atau nanti?” Saya berpikir keras untuk menjawab ini. Lagi-lagi saya tidak ingin menggurui, namun hanya berbagi kisah kami, prinsip yang kami yakini.

Saya awali tulisan kali ini dengan berbagi kisah pengalaman saat dulu saya menikah. Tahun 2011 lalu, tidak pernah terpikir bagi saya untuk menikah secepat itu. Ada seorang laki-laki yang tidak saya kenal dengan baik sebenarnya, tiba-tiba datang melamar saya.

View original post 1,707 more words

Keikhlasan SANG SUAMI

•May 7, 2014 • Leave a Comment

Al Kisah

Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya…

View original post 635 more words

celoteh sebelum tidur

•August 3, 2013 • Leave a Comment

#‎celotehsebelumtidur‬ ‪#‎hikmahoftheday‬

“memaksa diri” itu perlu dalam suatu aktifitas yang menekankan pada proses dan daya juang. karena sekali mandeg, seringkali aktifitas itu malah ditinggalkan (atau teralihkan dg aktifitas lain) lalu kemudian ‘dilupakan’. dan untuk memulai kembali aktifitas tersebut menjadi berlipat kali lebih berat, mengingat otak (dan suasana hati) kita tentu butuh waktu untuk “panas”.

mesin/motor saja klo tidak dipakai (atau dikondisikan untuk melakukan suatu perintah/hal yg spesifik) dalam jangka waktu tertentu, butuh dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan. ada sih mesin/motor otomatis yg tidak butuh dipanaskan lebih dulu, tapi di tengah kerjanya bisa saja tiba-tiba macet atau mati. right?

‪#‎skripsi‬

•May 23, 2013 • Leave a Comment

When you feel sad, move. When you feel upset, move. When you feel disappointed, move. cause we find happiness in mobility. Let’s keep doing busy! And be happy!

Kecewa

•May 23, 2013 • Leave a Comment

Malam ini terasa aneh. Saya menangis sewaktu melihat sebuah boneka ulat yang tersenyum manis di kasur saya. Bukan menangis cengeng merengek atau semacamnya. Hanya secara tiba-tiba air mata menetes diiringi sedikit perasaan perih tapi tidak sakit. Haha.. Mungkin aku sedang ber-drama queen.. Tapi mungkin menyimpan sebuah makna. Bahwa terkadang yang kita inginkan dan butuhkan hanya sebuah senyuman. Sebuah senyum tulus dari siapa pun yg memperhatikan dan menyayangi kita. Right?
Tapi ternyata diam-diam saya mengubah keinginan dan kebutuhan tersebut menjadi sebuah harapan.. Padahal harapan itu jika tidak dikelola dan diupayakan dengan baik akan berujung duka dan nestapa yg ditimbulkan oleh rasa kecewa. (Aiiih dramatis banget bahasaku malam ini.. :p )

“Oh begini rasanya kecewa..” Kata-kata itulah yg kerap muncul sewaktu diriku merasa kecewa. Hehe.. Lantas jika sudah tahu harus apa? Itu yg sedang saya pelajari.. Bahwa kekecewaan akan terus melekat dan membuahkan keluhan dan perasaan merana, jika dan hanya jika dibiarkan terus hidup di dalam hati manusia. Thanks to Allah yg selalu punya cara-cara ajaib melenyapkan rasa kecewa dalam hati. 🙂

Kecewa itu perlu.. Karena darinya kita belajar banyak hal. Bahwa kekecewaan mungkin muncul dari 2 hal:
1. Tingginya sebuah harapan. Harapan yg terlampau tinggi akan berujung kepada kekecewaan saat kenyataan yg terjadi tidak seperti yg diharapkan tersebut.
2. Belum layaknya diri ini mendapat apa yg diharapkan.

Dari situ, mari melongok sejenak seberapa tinggi dan besar harapan yg kita pasang. Lalu seberapa pantas kita memperoleh itu semua..? Sebaiknya kita tidak mengharapkan sesuatu yg kita tidak layak utk mendapatkannya.. Tapi layakkan diri dan tetap memiliki harapan.

Yaa meski sebenarnya ada 1 kalimat yg sering digunakan orang untuk menghibur diri di kala kekecewaan melanda: “mungkin kamu akan mendapat yg lebih baik jadi terus sabar, berjuang, dan yakin.”
Itu kadang terasa agak maksa, tapi benar juga isinya. Namun penggunaannya sangat kontekstual. Saya pribadi lebih suka 2 poin di atas.

Jadi, mulai sekarang mari belajar dan berusaha menjadi realistis nan bijaksana. Jangan pasang harapan terlalu tinggi apabila kita tidak layak untuk memperolehnya. Expect less, do more! Ehmm maksudnya layakkan diri dg tetap memasang sedikit harapan. Tapii jangan kurangkan rasa percaya kepada Allah. Karena Allah Maha Tahu, Maha Kuasa, dan Maha Bijaksana. Right? Bukan berharap dan percaya mutlak pada diri sendiri maupun orang lain. Toh kita itu cuma manusia yg punya keterbatasan, salah, dan lupa.
Dan… Teruslah berbuat kebaikan & berada pada jalan yg benar! ╭( ‘̀⌣’́ )งː̖́

Wallahu’alam bis showab..

Yogya, 23 Mei 2013
1.00 am

kita tidak bisa…

•May 10, 2013 • Leave a Comment

kita tidak bisa mengatur dan mengontrol segala sesuatu (karena kita bukan Allah). Tapi kita bisa mengontrol lidah dan mengatur cara pandang kita terhadap segala sesuatu yg menimpa/terjadi. We shall overcome.

Tetap berpikir optimis dan bekerja sepenuh hati. Karena Allah mengikuti prasangka hamba-Nya. Dan Allah Maha Tahu lagi Maha Bijaksana.

 

Yes, We shall overcome…! S.e.m.a.n.g.a.t (ง ‘̀⌣’́)ง

Date A Girl Who Travels

•April 18, 2013 • Leave a Comment

Life and Journeys

Just found this lovely on blog of Aleh and could not help but share here 🙂

Date A Girl Who Travels – Solitary Wanderer

“Date a girl who travels. Date a girl who would rather save up for out of town trips or day trips than buy new shoes or clothes. She may not look like a fashion plate, but behind that tanned and freckled face from all the days out in the sun, lies a mind than can take you places and an open heart that will take your for what you are, not for what you can be/

Date a girl who travels. You’ll recognize her by the backpack she always carries. She won’t be carrying a dainty handbad, where will she put her travel journal, her pens and the LED flashlight that’s always attached to her bag’s zipper? In a small purse, how can she bring the…

View original post 39 more words

 
%d bloggers like this: